Ribuan Orang Padati Pembukaan Kesawan City Walk
Ribuan Orang Padati Pembukaan Kesawan City Walk
Kesawan City Walk (KCW) yang digagas Wali Kota Medan, Bobby Nasution kembali dibuka setelah hampir enam bulan tutup sementara karena pandemi Covid-19.
Pembukaan kembali KCW turut dimeriahkan dengan pertunjukan the Sparking Colors of Medan dan Festival Kuliner Kondang yang merupakan kerja sama antara TP PKK Kota Medan, Dekranasda Kota Medan, dan Shopee.
Tampak ribuan masyarakat berdatangan memadati lokasi acara.
Kerumunan pun tak terelakkan karena antusias masyarakat untuk menyaksikan pembukaan KCW yang menyajikan kuliner Kota Medan itu. Bobby juga terlihat berulang kali memberikan perintah kepada petugas untuk melerai kerumunan tersebut.
Menantu Presiden Joko Widodo itu mengatakan masyarakat yang diperbolehkan untuk masuk ke wilayah KCW dibatasi hanya sekitar 2.000 orang.
Jadi, kalau sesuai aplikasi PeduliLindungi itu maksimal kapasitasnya boleh lebih 3.500 pengunjung. Namun, kami batasi maksimal hanya 2.000.
Ini harus tetap jaga protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19," ujar Bobby, Jumat (19/11) malam.
Dia menyebutkan pengunjung yang diperbolehkan untuk masuk ke KCW harus sudah divaksin. Baca Juga: Petugas Dishub Viral Gara-gara Joget Pamer Duit, Bobby Lakukan Ini Selain itu, pengunjung juga diwajibkan untuk scan barcode PeduliLindungi di bagian pintu masuk.
"Jadi kalau di aplikasi PeduliLindungi merah tak boleh masuk, kalau hijau boleh masuk," ujar Bobby yang juga didampingi Kahiyang Ayu itu. Pekan Kuliner Kondang yang digelar dalam rangka memeriahkan pembukaan KCW ini berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 19 November hingga 21 November 2021.
Pada acara tersebut, memberikan ajang promosi dan ruang berbisnis bagi 40 UMKM lokal, lengkap dengan protokol kesehatan pencegahan penularan dan pencegahan Covid-19 yang ketat, dan didukung layanan pembayaran digital ShopeePay sebagai metode pembayaran nirkontak yang dapat digunakan masyarakat.
Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengatakan, sebagai tulang punggung perekonomian, UMKM membutuhkan dukungan dari banyak pihak untuk dapat bangkit dan tumbuh dari situasi pandemi.
Selain memperkenalkan UMKM binaan TP PKK Medan ke masyarakat yang lebih luas, Pekan Kuliner Kondang UMKM Medan mendorong arus transaksi masyarakat terhadap bisnis, dan menjadi penyulut semangat juang pelaku UMKM di sektor kuliner yang terdampak pandemi.
"Kami ingin mendorong digitalisasi pelaku UMKM di Medan, agar dapat menjangkau peluang baru dalam ekosistem digital dan mendukung keberlangsungan bisnis mereka," kata Bobby.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3638097/original/094647300_1637332013-wa.jpg)
Bobby juga mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menjadi pendamping UMKM di Medan agar dapat naik kelas. Salah satunya melalui pembinaan terhadap literasi digital.
"Kami juga mengapresiasi dukungan yang diberikan ShopeePay dalam penyelenggaraan acara ini, dan dalam mendorong digitalisasi UMKM dari sektor kuliner di Medan," sebutnya.
UMKM binaan TP PKK Medan yang turut berpartisipasi dalam Pekan Kuliner Kondang UMKM Medan termasuk UMKM yang menawarkan produk seperti ayam penyet, roti jala, nasi gurih dan lontong, dan martabak.
Pemilik bisnis Nasi Gurih dan Lontong Hj Hajrah Simpang Karantina, Afriandi, mengaku merasa beruntung dan sangat berterima kasih kepada TP PKK Medan yang telah memberikan pelatihan dalam adopsi teknologi, pengembangan produk, dan pengelolaan bisnis.
"Agar kami dapat tumbuh dan bertahan di masa sulit ini. Kami senang karena telah diberi ruang dan kesempatan untuk menjangkau banyak pelanggan baru melalui festival kuliner ini," ungkapnya.